Minggu, 16 Desember 2012

Apakah Allah, Sang Pencipta itu Ada?

Kalau memang alam semesta ini diciptakan oleh Sang Pencipta, jadi siapakah yang menciptakan atau menyebabkan keberadaan Sang Pencipta itu? Dari mana Ia datang? Di manakah Ia Tinggal?
Bagi kebanyakan orang pertanyaan ‘Apakah Allah ada?’ ini seharusnya tidak perlu ditanyakan lagi karena jawabannya sudah jelas dan nyata. Menanyakan keberadaan Tuhan sama saja dengan menanyakan apakah dirinya sendiri dan semua realitas yang dialaminya benar-benar ada dan nyata.
Bukankah Allah sudah menyatakan dengan jelas keberadaan-Nya kepada semua pikiran dan kesadaran manusia. Keberadaan Allah adalah senyata keberadaan diri kita sendiri. Lihatlah kepada tubuh kita, rasakan bagaimana jantung dan nadi Anda berdenyut, sadarilah bagaimana pikiran kita bekerja; tidakkah itu nyata? Itulah jejak Tuhan yang sangat nyata. Sama seperti sebuah rumah menunjukkan bahwa ada orang yang merancang dan membangunnya, demikianlah diri kita sendiri menyatakan keberadaan Sang Pencipta. Sesederhana itu. Bahkan orang-orang yang sederhana dalam berpikir dapat menerima Tuhan dengan rasionya semudah seperti orang-orang jenius seperti Albert Einstein, Isaac Newton, Blaise Pascal, Thomas Alfa Edison, Michael Faraday, dan lain-lain. Menurut kata-kata kesaksian Einstein, “Perasaan keagamaan para ilmuwan merupakan perasaan kagum akan keselarasan hukum alam, karena keselarasan itu mengungkapkan intelegensi yang sedemikian tingginya hingga kalau diperbandingkan, maka semua pemikiran sistematis dan perbuatan manusia hanya merupakan suatu gambaran yang sama sekali tidak berarti!” ( The World As I See It, halaman 9, dikutip oleh Prof. H. Enoch, M.A., F.Z.S. ). Rasio manusia dapat dengan mudah menerima keberadaan Tuhan dan sebaliknya rasio sangat sulit untuk menyangkalnya. Tetapi ada orang yang memilih membungkam rasionya dan menipu dirinya sendiri.
Mereka yang menyangkal keberadaan Allah sebenarnya sedang membungkam akal sehat dan hati nuraninya sendiri. Dan sebab dari semua itu adalah karena hati mereka yang memberontak terhadap Pencipta mereka. Mereka berusaha menjinakkan rasio mereka dengan menciptakan teori-teori yang menentang keberadaan Tuhan, dan yang paling terkenal adalah teori evolusi. Jadi sebenarnya teori evolusi ini adalah tempat perlindungan yang dibangun oleh para pemberontak, tempat perlindungan yang sebenarnya sangat rapuh dan tidak berdasarkan pada kenyataan dan kebenaran.
Ada satu hal yang sangat sering dijadikan alasan untuk tidak memercayai akan keberadaan Allah. Alasan ini sudah usang dan sebenarnya sangat menggelikan. Ada orang-orang yang berdalih tidak bisa mempercayai keberadaan Tuhan karena mereka tidak bisa melihat-Nya. Tetapi alasan ini tidak masuk akal karena justru kalau Tuhan memang benar-benar ada maka mereka pasti tidak bisa melihat-Nya. Karena alam semesta ini diciptakan Allah maka dengan sendirinya kita tidak bisa menemukan Allah di alam semesta ini sendiri. Bisakah kita menemukan sang tukang kayu yang membuat sebuah meja di dalam meja itu sendiri? Meja itu sendiri menunjukkan jejak karya pembuatnya, karena dari meja itu kita bisa melihat bagaimana keahlian tangan dan pikirannyanya diwujudkan. Biarpun kita membelah dan memotong-motong meja itu kita tidak akan menemukan si tukang kayu di dalamnya. Demikian pula sekalipun kita menyelidiki dan menjelajah alam semesta kita tidak mungkin akan menemukan Allah di situ. Yang akan kita temukan, melalui penyelidikan ilmiah,  adalah jejak karya-Nya yang sangat memgagumkan itu, yang menunjukkan dan membuktikan bukan saja akan keberadaan-Nya tetapi juga kebesaran-Nya, hikmat-Nya dan kekuasaan-Nya.
Sang Pencipta sungguh mudah untuk dipercayai keberadaan-Nya sekalipun oleh pikiran yang paling sederhana. Karena itu semua dalih untuk tidak mempercayai-Nya sebenarnya adalah kedok bagi hati mereka yang memberontak terhadap Penciptanya sendiri. Keberadaan diri kita dan alam semesta di mana kita tinggal merupakan suatu wahyu ( pengungkapan, revelation ) dari Sang Pencipta kepada semua pikiran manusia, suatu wahyu yang bersifat umum dan dapat dipikirkan dan ditangkap oleh semua manusia tanpa mempedulikan tingkat kecerdasan mereka. Juga para ilmuwan yang sedang berusaha menyelidiki dan menemukan hukum-hukum alam semesta ini sebenarnya sedang menyelidiki kedalaman dari wahyu umum ini, yang semua itu menunjuk kepada Sang Pecipta itu sendiri. Seorang ilmuwan pernah berkata demikian,
Ilmu pengetahuan secara mutlak menuntut adanya penciptaan!” Yang berarti bahwa untuk keberadaan alam semesta ini harus ada Sang Pencipta-nya.
Atau dapatkah pikiran atau rasio manusia menerima akan adanya sesuatu benda atau kejadian di dalam alam semesta ini yang tidak ada penyebabnya? Ujilah pikiran kita dan aktifkan daya nalar kita dengan pertanyaan ini : mungkinkah jam tangan yang sedang kita pakai atau buku yang sedang kita baca terjadi dengan begitu saja tanpa ada penyebabnya. Bukankah segala sesuatu di dalam alam semesta ini diatur oleh hukum sebab-akibat, artinya segala sesuatu di dalam alam semesta ini pasti ada penyebabnya? Bukankah segala sesuatu yang fana atau yang selalu berubah itu pasti ada penyebabnya? Akal sehat atau rasio kita mengatakan bahwa segala sesuatu yang ada tidak mungkin disebabkan oleh yang tidak ada. Atau dengan kata lain yang tidak ada tidak mungkin menjadikan dirinya ada. Karena itu alam semesta ini tidak mungkin ada dengan sendirinya tanpa ada penyebabnya. Jadi alam semesta ini pasti ada yang membuatnya. Cukuplah penjelasan ini untuk memuaskan rasio kita. Sekalipun seorang ilmuwan sekelas Stephen Hawking pun tidak akan bisa membuat rasio kita menyangkal bahwa di bawah langit ini segala sesuatu yang ada pasti ada penyebabnya. Kecuali kalau kita memang memilih untuk membungkam daya nalar kita.
Mungkin ada orang yang akan berpikir lebih jauh :  Kalau memang alam semesta ini diciptakan oleh Sang Pencipta, jadi siapakah yang menciptakan atau menyebabkan keberadaan Sang Pencipta itu? Dari mana Ia datang? Di manakah Ia Tinggal?
Marilah kita pikirkan dengan seksama pertanyaan-pertanyaan ini. Perhatikanlah asumsi di balik pertanyaan-pertanyaan ini. Pertanyaan-pertanyaan itu mengasumsikan bahwa Allah itu fana, tidak kekal, dan tinggal di dalam dan dibatasi oleh ruang dan waktu . Jelas ini salah karena Allah-lah yang menciptakan alam semesta ini, dan karena itu Ia lebih besar daripada alam semesta dan dengan sendirinya tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Karena Tuhan tidak dibatasi oleh ruang dan waktu maka Tuhan itu kekal dan tidak berubah. Segala sesuatu yang kekal itu tidak memerlukan suatu sebab mengapa Ia ada. Ia ada; dulu, sekarang dan selama-lamanya Ia tetap ada dan Ia tidak pernah tidak ada dan tidak pernah berubah. Segala sesuatu yang tidak kekal suatu saat pernah tidak ada dan ia senantiasa akan berubah  tetapi bagi Allah yang kekal tidak demikian halnya.
Jadi bagi Allah segala sesuatu ada dan tidak pernah tidak ada, termasuk alam semesta yang kita diami ini. Tetapi bagi kita sendiri, dari sudut pandang kita, alam semesta ini ada awalnya dan mungkin ada akhirnya juga. Bagi kita yang ada di dalam alam semesta segala sesuatu berubah. Bagi Allah yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu tidak ada perubahan apa-apa bagi diri-Nya. Bagi kita Ia seperti  mempunyai suatu gudang persediaan, dan isinya adalah segala sesuatu yang pernah ada, yang sekarang ada dan yang akan ada. Ia juga mempunyai buku catatan segala kejadian yang isinya adalah hal-hal yang sudah terjadi, yang sedang terjadi dan yang akan terjadi. Tidak ada hal yang baru bagi Allah yang kekal.
Rasio manusia bisa mendeteksi adanya Allah dan adanya suatu kebenaran mutlak, namun dibatasi dalam memahami realitas tersebut. Rasio manusia, yang hanya bisa berpikir dalam kerangka sebab-akibat telah dikunci atau dibatasi. Manusia dengan usahanya sendiri hanya bisa menyelidiki atau menemukan tentang Sang Pencipta sebatas alam semesta yang telah Ia ciptakan dan yang fana ini beserta dengan hukum-hukum yang menjadi pondasinya; dan hanya sebatas kemampuan pikirannya. Demikian juga kita hanya bisa mendapat informasi terbatas mengenai hal ihwal seorang arsitek dengan menyelidiki rumah yang dirancang dan dibangun olehnya. Dengan menganalisa keadaan rumah hasil karyanya itu kita dapat mengetahui keberadaan si arsitek, memperkirakan tingkat kemahirannya, kreatifitasnya, seleranya, estetikanya, pengalamannya, intelegensinya, dan sebagainya. Tetapi hanya sebatas itu. Kita tidak akan mengetahui namanya, nama istri dan anak-anaknya, tempat tinggalnya, umurnya, tingginya, sifat-sifatnya, kebiasaan-kebiasaannya, rencana-rencananya dan pikiran-pikirannya. Informasi tersebut tidak bisa didapat hanya dengan menyelidiki keadaan rumah hasil karyanya, melainkan harus ada informasi tambahan yang bersifat khusus. Demikian juga pengetahuan selanjutnya tentang Sang Pencipta hanya bisa didapat dari pemberian-Nya, bukan dari usaha manusia sendiri tetapi dari wahyu khusus dari Sang Pencipta sendiri. Para filsuf yang menyelidiki tentang Allah dengan tidak menggunakan wahyu khusus ini, yaitu Firman Allah yang ada dalam Kitab Suci, akan “terperangkap dalam hikmatnya sendiri.” Mereka hanya akan berputar-putar saja sampai mereka kebingungan sendiri. Wahyu umum adalah ladang bagi para ilmuwan sedang wahyu khusus adalah bidang bagi para teolog.

Sabtu, 17 November 2012

Sup Bayi Manusia Di China Dan Proses Pembuatannya


Sebetulnya informasi ini sudah lama sih dan sebagian dari kalian pasti sudah pada tau. Buat yang belum tau, sekarang deh saya kasi tau yaa :D
Kalau sup buntut, sup kikil, sip kambing, sup ayam, sup jagung.. Wajar dan sudah biasalah kita dengan sehari-hari. Sup kelinci, sup ular, sup kuda, sup kalajengking, yaa… walaupun aneh tapi masih sanggup di terima mata dan telinga. Tapi, kalau Sup Bayi Manusia ? Jangan bilang aneh, di China Sup Bayi Manusia bukanlah hal yang aneh.
Manusia yang dibilang sebagai mahluk paling mulia dan paling tinggi derajatnya, tapi ternyata ada juga yang tidak mempunyai hati nurani. Bahkan melebihi binatang.

Sup bayi di China

Sup bayi di China
Di China, gosipnya kaldu dari janin/orok/bayi manusia dapan menambah kekuatan dan stamina tubuh pria. Bahkan karena itu, di China, Sup Bayi Manusia ini diberi nama “Healthy Soup”. Seakan-akan Sup yang terbuat dari janin bayi manusia berumur 6–8 bulan ini adalah halal.
Menurut testimoni dari salah seorang pengusaha pemilik pabrik di daerah Tong Wan, Taiwan, berumur 62 tahun yang mengaku sebagai pengkonsumsi tetap “Healthy Soup”, menjelaskan khasiat “Healthy Soup” ini dapat mempertahankan kemampuannya untuk dapat berhubungan seks beberapa kali dalam semalam. Wew…
Pengusaha itu tidak menyebutkan berapa harga belinya. Hanya saja dia bilang harga tergantung besar kecilnya bayi, serta bayi hidup atau mati dan sebagainya.
Salah satu restoran yang menyediakan “Healthy Soup” ada di kota Fu San-Canton. Dan jika ingin memesan “Healthy Soup” tersebut di restoran tersebut harus menggunakan kata sandi BAIKUT.
Kabarnya, bahan makanan “Healthy Soup” ini disajikan secara fresh, bukan frozen. Yang artinya, benar-benar bayi yang baru di aborsikan…. Yaiks…. Selain menggunakan bayo sebagai bahan sup, restoran ini juga menyediakanari-ari bayi (plasenta) sebagai bahan sup, yang dipercaya dapat meningkatkan gairah seksual dan juga obat awet muda.
Cara pembuatan “Healthy Soup”

Sup bayi

Proses penyajian sup bayi
Gambar diatas adalah salah satu janin yang siap dijadikan santapan “Healthy Soup”. Janin yang berumur 5 bulan tersebut, setelah dicuci, di taruh diatas papan potong. Bumbu-bumbu seperti Pachan, Tongseng, Tongkui, Keichi, Jahe, daging ayam dan Baikut, sudah disiapkan. Dan kalian lihat sendiri saja di gambar itu bagaimana prosesnya.

Makan Sup Bayi
Bayi yang tengah disendok

Pria makan Sup Bayi
Pria ini makan si bayi dengan santainya
Pemakan sup bayi di China
Coba bayangkan apa yang dipegang tersebut?

Menurut beberapa sumber lainnya, janin yang dikonsumsi sebagai “Healthy Soup” itu, semuanya adalah janin bayi perempuan. Apakah ini merupakan akibat kebijaksanaan pemerintah China untuk mewajibkan satu anak dalam satu keluarga yg berlaku sampai sekarang atau hanya karena kegemaran orang akan makanan sehat sudah mencapai kondisi yang sangat terkutuk. Yang jelas tindakan ini adalah tindakan tidak beradab.

Selasa, 13 November 2012

Menyelesaikan Masalah


Ketika kita ditimpa musibah, bencana, atau keadaan yang sulit, banyak dari kita yang meratapi nasib dan menyalahkan Tuhan.
Kenapa harus saya yang mengalami ini? Kenapa bukan orang lain saja? Apa salah saya hingga Tuhan membiarkan saya mengalami musibah ini? Bagaimana bisa melanjutkan hidup dalam keadaan seperti ini? Mengapa hidup orang lain tampak begitu mulus dan mudah?  Ah, Tuhan tidak adil!
Depresi, kecewa, dan putus asa menghantui diri kita. Namun, jika mau berpikir kembali, bijaksanakah kita kalau selalu menyalahkan keadaan? Apakah masalah akan selesai jika hanya menyalahkan keadaan?
Tidak ada suatu apapun yang kebetulan di dunia ini. Segalanya telah diatur oleh Yang Maha Kuasa. Sekecil apapun kejadian itu, tentu merupakan kehendak-Nya. Tuhan selalu punya alasan mengapa Dia memberikan keadaan demikian kepada kita. Cermati, sesungguhnya Tuhan ingin Anda mempelajari hikmah dari kejadian tersebut.
Tuhan tidak akan memberi cobaan yang tidak bisa dilewati oleh hamba-Nya. Karena itu, percayalah. Mengapa Tuhan memilih Anda untuk menjalani keadaan sulit yang Anda rasakan, adalah karena Tuhan tahu bahwa Anda mampu melewatinya. Jika orang lain yang mengalami apa yang Anda alami, belum tentu mereka bisa sekuat Anda saat ini.
Setiap kesukaran yang kita alami adalah semata-mata kesempatan untuk mengasah kita menjadi pribadi yang lebih kuat. Seorang sarjana bekerja sebagai pegawai kantoran dengan gaji tiga juta per bulan. Di lain pihak, seorang berijazah SMP mampu menghidupi keluarga lewat usaha tambak ikan dengan penghasilan berkali lipat. Ya, kesulitan memperoleh pekerjaan sering kali membuat kita berpikir lebih keras, bagaimana cara memperoleh uang. Jika setiap masalah kita hadapi dengan pikiran positif, tentu hasil yang positif juga akan kita dapatkan.
Hidup adalah untuk menyelesaikan masalah. Meski tampak bahagia di luar, setiap orang pasti memiliki masalah sendiri. Ada seorang gadis berparas cantik dari keluarga berkecukupan. Apapun yang ia inginkan hampir selalu didapatkannya. Ia memiliki kekasih yang tampan dan perhatian, di samping masih banyak pria lain yang juga memujanya. Bahagiakah hidupnya? Tidak! Kedua orang tuanya telah lama bercerai, jika bertemu pun sikapnya seperti kucing dan anjing. Masing-masing telah menikah lagi. Tak ingin memilih salah satu pihak, akhirnya si gadis dan adiknya yang masih SMA, memilih untuk tinggal berdua saja.
Coba Anda tengok orang-orang yang tampak bahagia. Pasti akan Anda temukan satu sisi yang membuat orang itu merasa hidupnya tidak sempurna. Begitu pun dengan diri Anda sendiri. Jika saat ini Anda merasa punya masalah, selesaikanlah dengan tawakal tanpa pernah mengeluh. Itulah ujian yang Tuhan berikan sesuai dengan porsi kemampuan Anda.

Menepati Janji


Seekor induk rusa ketika kedua anaknya sudah mulai belajar berjalan, pada pagi buta ketika kedua anaknya masih tidur, induk rusa keluar pergi mencari makanan, dia bermaksud setelah pulang dari mencari makanan akan mengajar anak-anaknya mencari makan serta menjaga diri menghindari dari bahaya.
Setelah mendapat makanan rumput hijau yang segar, saat perjalanan pulang dia terjebak dalam perangkap yang dibuat oleh pemburu. Induk rusa itu sambil menangis memikirkan kedua anaknya.
Pemburu akhirnya tiba, induk rusa berlutut memohon kepada pemburu membiarkannya pulang ke rumah memberi makan serta mengajari anaknya mencari makan, dia berjanji keesokkan harinya akan kembali  ke sini menyerahkan diri.
Pemburu melihat rusa ini dapat berbicara, di dalam hatinya sangat terkejut dan gembira, dia  memutuskan akan mempersembahkan rusa ajaib ini kepada  raja, supaya dia menjadi terkenal dan mendapat hadiah dari raja. Tetapi setelah berpikir sejenak, dia berubah pikiran, melepaskan induk rusa pulang.

Induk rusa bergegas berlari pulang, suasana hatinya sangat sedih memikirkan kedua anaknya, setelah sampai dirumah dia berkata kepada kedua anaknya, “Anak ku, mama akan menceritakan sebuah kebenaran dan ketidakkekalan di dunia ini kepada kalian, jika kalian sudah memahami kebenaran ini, maka kelak jika kalian menghadapi masalah apa pun.”
“Kalian nantinya tidak akan terlalu sedih lagi. Kalian harus ingat hidup ini sangat singkat,  segalanya akan berubah tidak pernah abadi, nilai dari keluarga, kasih sayang semuanya tidak abadi….,” ujar induk rusa itu.
Anak-anaknya sambil menangis bertanya, “Lalu kenapa mama masih harus menepati janji kepada orang jahat tersebut?.” Induk rusa berkata, “Tanpa Iman, dunia akan hancur, tidak ada kejujuran dunia akan runtuh, demi kelangsungan dan harapan dunia, saya rela berkorban, daripada menipu orang lain. Mama rela mati demi integritas, dari pada menipu untuk hidup.”
Setelah selesai berkata sambil menahan tangisannya induk rusa berlari keluar, anak-anak rusa mengejar dengan sekuat tenaga. Pemburu melihat induk rusa memenuhi janjinya datang kembali, menjadi sangat terharu dengan tangan merangkap di depan dada dan berlutut dia berkata kepada induk rusa, “Engkau bukan seekor rusa biasa, engkau pasti jelmaan dari Budha.”
“Welas asihmu membuat orang sangat terharu, kejujuran dan imanmu membuat saya sangat malu. Silahkan engkau kembali, saya tidak akan menyakiti Anda lagi, bahkan mulai saat ini saya tidak akan menyakiti seekor binatang pun,” kata si pemburu itu.
Pelajaran yang bisa kita petik dari cerita diatas adalah: Sifat welas asih dan kejujuran dari induk rusa ini akhirnya membangkitkan niat baik serta membangkitkan watak dasar dan sisi baik dari pemburu tersebut.

Senin, 12 November 2012

Jangan Pernah Meremehkan Orang Lain



Pada suatu hari, seorang anak masuk ke dalam rumah makan yang sangat terkenal dan mahal. Dia masuk seorang diri dan memakai pakaian biasa saja, tidak seperti anak-anak lain yang memakai pakaian yang bagus. Anak itu duduk di salah satu kursi lalu mengangkat tangannya untuk memanggil salah satu pelayan.
Seorang pelayan perempuan menghampiri anak kecil itu lalu memberikan buku menu makanan. Pelayan tersebut agak heran mengapa anak kecil itu berani masuk ke dalam rumah makan yang mahal, padahal dari penampilannya, pelayan itu tidak yakin bahwa sang anak kecil mampu membayar makanan yang ada.
“Berapa harga es krim yang diberi saus strawberry dan cokelat?” tanya sang anak kecil.
Sang pelayan menjawab, “Lima puluh ribu,”
Anak kecil itu memasukkan tangan ke dalam saku celana lalu mengambil beberapa receh dan menghitungnya. Lalu dia kembali bertanya, “Kalau es krim yang tidak diberi saus strawberry dan cokelat?”
Si pelayan mengerutkan kening, “Dua puluh ribu,”
Sekali lagi anak kecil itu mengambil receh dari dalam saku celananya lalu menghitung. “Kalau aku pesan separuh es krim tanpa saus strawberry dan cokelat berapa?”
Kesal dengan kelakuan pembeli kecil itu, pelayan menjawab dengan ketus, “Sepuluh ribu!”
Sang anak lalu tersenyum, “Baiklah aku pesan itu saja, terima kasih!”
Pelayan itu mencatat pesanan lalu menyerahkan pada bagian dapur lalu kembali membawa es krim pesanan. Anak itu tampak gembira dan menikmati es krim yang hanya separuh dengan suka cita. Dia melahap es krim sampai habis. Kemudian sang pelayan kembali datang memberikan nota pembayaran.
“Semua sepuluh ribu bukan?” tanya anak itu lalu membayar es krim pesanannya dengan setumpuk uang receh. Wajah sang pelayan tampak masam karena harus menghitung ulang receh-receh itu. Lalu sang anak mengeluarkan selembar uang lima puluh ribu dari saku celana belakangnya, “dan ini tips untuk Anda!” ujar sang anak sambil menyerahkan selembar uang tersebut untuk si pelayan.
Ada kalanya kita tidak melihat apa yang melekat pada tubuh seseorang saja sebagai penilaian. Bukan hal yang bagus untuk meremehkan seseorang karena melihat penilaian dari luar, Anda tidak akan pernah tahu pada beberapa waktu yang akan datang, seseorang yang Anda remehkan bisa jadi merupakan pengantar rejeki yang tak terduga.

Minggu, 11 November 2012

          




             Saat kamu terjatuh, tersenyumlah. Karena orang yg pernah jatuh adalah orang yg sedang berjalan menuju keberhasilan.
Jangan pernah meremehkan kemampuanmu. Jika kamu menyadari betapa kuatnya pikiranmu, kamu tak akan pernah berpikir tuk menyerah.
Jangan menunggu waktu yang tepat untuk melakukan sesuatu, karena waktu tidak akan pernah tepat bagi mereka yg menunggu.
Anda bisa memiliki apa pun yang Anda inginkan, jika Anda mampu menghilangkan keyakinan bahwa anda tidak akan mendapatkan yang anda inginkan.
Secara tidak sadar, seseorang yang menyakitimu hanya akan membuatmu semakin kuat!
Sukses tak akan datang bagi mereka yg hanya menunggu tak berbuat apa-apa, tapi bagi mereka yg selalu berusaha wujudkan mimpinya.

Sabtu, 10 November 2012

       



   Asalamu'alaikum warahmatulahi wabarohkatu.

Sebagaimana kegiatan praktek kerja lapangan industri yang di suruh membuat tugas yaitu tugas membuat blogger.
Disertai dengan kegiatan PKL mudah-mudahan dapat menambah artikel yang bagus di blog ini dan semoga berguna bagi pengunjung.